8 Puisi Kepada Tuhan : Dunia Bagai Pameran Lukisan



Puisi | Lihatlah Bayangan dari Ketinggian

Di puncak
Kau tak akan terkena arusnya
Tak akan tersentuh gelombangnya
Tak akan disapa terjangannya

Dari atas
Banyangan hanyalah debu-debu beterbangan
Yang senantiasa menghilang
Dihempas angina malam

Lihatlah ia dari ketinggian
Kau bisa lebih jauh di atasnya
Burung-burung kan menari
Awan putih kan melambai-lambai
Matahari…
Kan kau nikmati sendiri

*****
Makassar. 12 – Februari – 2019


Puisi | Apa yang Bisa Didapatkan dari Sebuah Bayangan


Tiada,
Hanyalah sebatas pertanyaan
Penuh hijab-hijab penutup kelam
Yang bisa didapatkan dari sebuah bayangan

Mungkin kebingungan
Mungkin kegelisahan
Mungkin harapan
Mungkin impian

Semakin tertipu banyangan
Semakin terpenjarakan
Jiwa-jiwa yang seharusnya tenang

*****
Makassar. 12 – Februari – 2019


Puisi | Bagi yang Tak Tertipu Banyangan, Tak Ada Siang dan Malam

Siang dan malam
Hanyalah pencipta bayangan
Yang silih bergantian
Menampakkan wajah bulan, matahari, dan bintang

Namun bagi yang tak tertipu bayangan
Tak ada siang dan malam
Sebab sinar yang memberi pelukan
Hilang dalam kematian kefanaan

Benar, ia telah mati
Sebab itu ia tak lagi mengingini
Sebuah arti pergantian hari

*****
Makassar. 12 -  Februari – 2019


Puisi | Dunia, Bayangan, dan Gelas Kosong

Di sudut meja
Gelas kosong termenung sendiri saja
Memberi kabar pada dunia
Dan bayangannya

Ia kebingungan
Harus diisi apakah dirinya

Akankah setetes embun yang jatuh di tanah
Akankah percikan air sungai dari lompatan ikan-ikannya
Atau gemercik ombak di samudera jauh di sana

Ia masih kebingungan
Dunia selalu keruh baginya
Tak ada yang dapat mengisi kekosongannya
Selain diri dan keabadiannya

*****
Makassar. 12- Februari – 2019


Puisi | Memeluk Bayang

Bayangan Kemarilah
Ingin kupeluk dirimu
Seperti daun kering yang jatuh

Yang ketika aku menyentuhnya
Ia rapuh
Hancur
Lebur
Dan tak lagi utuh

Kemarilah
Dab jangan pergi jauh-jauh
Jangan takut
Aku bukan ranting yang mematahkanmu
Atau hembus angina yang menumbangkanmu
Tapi aku tanah yang menanungi

*****
Makassar. 12 – Februari – 2019


Puisi | Tak Ada Nama Maupun Bentuk dalam Bayangan

Bayangan hanyalah kelam
Yang tak benderang
Sekadar ada untuk ditiadakan
Sekadar  tampil untuk menandakan
Hakikat pencahayaan

Tak ada nama pemaknaan
Tak ada bentuk penyerupaan

Sebagiamana drama
Memilukan
Namun banyak yang mementaskan

Membuat nama yang sangat indah disebutkan
Membuat bentuk yang sangat pantas diberi tepuk tangan

Aku pun tertawa
Melihat tontonan gratisan

*****
Makassar. 12 – Februari – 2019


Puisi | Dunia Bagai Pameran Lukisan

Ada lukisan wajah
Ada lukisan alam
Ada lukisan langit malam
Ada lukisan hembusan udara

Ada pula lukisan yang bercerita
Tentang keresahan
Ada pula lukisan yang bercerita
Tentang kebencian
Berujung peperangan
Dan entah siapa yang harus menanggung dosa-dosa
Orang tak bersalah

Kita dalam bayangan
Dalam pameran lukisan

Penuh tawa, suka, kegembiraan
Juga penuh derita, selisih, keserakahan

*****
Makassar. 12 – Februari – 2019

Comments

Popular posts from this blog

3 Puisi Auditorium Karya Sahyul Padarie (TERBARU)

10 Puisi Refleksi Kehidupan : Wahai Sang Malam Semangatkan Kenangan

10 Puisi Refleksi Kehidupan : Setiap Detik Adalah Harapan