Puisi Sahyul Padarie adalah sebuah Blog yang menyediakan berbagai puisi dalam berbagai rubrik.
Weblog ini dikelola oleh admin yang bernama Sahyul Padarie, Menurutnya "Bermimpilah untuk besok pagi, bukan untuk malam ini,". Salam Blogger Indonesia
Puisi | Tuan-tuan Selamat Datang di Dunia yang Penuh Kebingungan Aku berterima kasih padamu Atas bunyi-bunyi langkahmu datang kemari Tuan Di batas yang terlihat oleh kedipan mata yang di dalamnya tertumpa-tumpa tanya Akan segala pernyataan abjad dan angka-angka Contoh tanya abjad itu : kenapa aku berdiri di depan Tuan-tuan? Membacakan rima-rima para penyair yang telah tenang diharibaan Tuhan Aku berterima kasih padamu Atas bunyi-bunyi langkahmu datang kemari Tuan Nadiku berdenyut lagi ingin berterima kasih padamu Atas bunyi-bunyi langkahmu datang kemari Tuan Di tanah yang ladangnya penuh tumbuhan-tumbuhan aksara Yang membuat orang ketika mengejanya—memusingkan kepala Di bebatuan-bebatuan lukisan abstrak nyawa-nyawa yang akan terkubur Yang diberi tirai berwarna hitam—bahannya seperti kantong kresek yang dibeli Ibu di pasar Supaya ketika bercermin bagai penyihir tua nan jahat menanyakan kepada cerminnya “Si...
Puisi | Wahai Sang Malam Semangatkan Kenangan Untuk segala rindu ini yang tak terbantahkan Mengenang masa-masa dimana aku menjadi seseorang Bagi genggaman dan pelukan Mengembalikan kejadian-kejadian Dimana aku menjadi makhluk yang dipertahankan Akan cerita bahagia katanya kudapatkan Kebersamaan memang tak berbanding lurus dengan perpisahan Akan ada dimana kita terpinggirkan Antara memafkan dan merelakan Kumengadu pada sang malam Sematkan kenangan Pada doa-doa kebaikan Yang tak henti kuhaturkan ***** Makassar. 07- Februari – 2019 Puisi | Jangan Menutup Mata Ketika Kau Mampu Melihat Jangan menutup mata Ketika kau mampu melihat Sebagian isi dunia Yang penuh nafsu bejat Jangan menutup mata Ketika kau mampu melihat Tarian-tarian aksara Di syair-syair semesta tersemat Jangan menutup mata Ketika kau mampu melihat Lembaran waktu kita Yang sebentar lagi akan lenyap ***** Makassar. 07 - Februari – 2019 ...
Puisi | Setiap Detik adalah Harapan Setiap detik adalah harapan Harapan untuk sekadar bernafas Harapan untuk sekadar merekah senyuman Harapan untuk sekadar mengabarkan kegembiraan Walau masa, Abad Tahun Berlalu, tapi yang berlanjut hanyalah detik-detikmu Dimana segala laku hidupmu Bergantung pada matahari Di tangan kanan, kiri Di kaki kanan, kiri Detik-detikmu Waktumu, melangkah maju ***** Makassar. 12 – Februari – 2019 Puisi | Yang Namanya Berkembang Berkembang Ya – artinya belum lahir seutuhnya Ia masih di dalam telur Ataupun cangkang Di dalam, Ia masih ketakutan Ia masih kebingungan Ia masih belum didewasakan Yang namanya berkembang Wajar saja pertumbuhannya Sesekali disiram Sesekali diberi makan dengan pupuk kandang Yang namanya berkembang Harusnya belajar tentang kemandirian ***** Makassar. 12 – Februari – 2019 Puisi | Haruskah Malaikat dan Iblis Turun Ke Bumi Haruskah malaikat...
Comments