Posts

Showing posts with the label Puisi Refleksi Kehidupan

Puisi | Karena Andai Saja

Image
Karena andai saja Kau tahu, Hati ini adalah goa Untuk kau bawa lentera Lentera yang tak berhenti menyala Sampai cahaya hari telah lebih terang darinya ***** Makassar. 15 – Maret – 2019

10 Puisi Refleksi Kehidupan : Setiap Detik Adalah Harapan

Image
Puisi | Setiap Detik adalah Harapan Setiap detik adalah harapan Harapan untuk sekadar bernafas Harapan untuk sekadar merekah senyuman Harapan untuk sekadar mengabarkan kegembiraan Walau masa, Abad Tahun Berlalu, tapi yang berlanjut hanyalah detik-detikmu Dimana segala laku hidupmu Bergantung pada matahari Di tangan kanan, kiri Di kaki kanan, kiri Detik-detikmu Waktumu, melangkah maju ***** Makassar. 12 – Februari – 2019 Puisi | Yang Namanya Berkembang Berkembang Ya – artinya belum lahir seutuhnya Ia masih di dalam telur Ataupun cangkang Di dalam, Ia masih ketakutan Ia masih kebingungan Ia masih belum didewasakan Yang namanya berkembang Wajar saja pertumbuhannya Sesekali disiram Sesekali diberi makan dengan pupuk kandang Yang namanya berkembang Harusnya belajar tentang kemandirian ***** Makassar. 12 – Februari – 2019 Puisi | Haruskah Malaikat dan Iblis Turun Ke Bumi Haruskah malaikat...

10 Puisi Refleksi Kehidupan : Wahai Sang Malam Semangatkan Kenangan

Image
Puisi | Wahai Sang Malam Semangatkan Kenangan Untuk segala rindu ini yang tak terbantahkan Mengenang masa-masa dimana aku menjadi seseorang Bagi genggaman dan pelukan Mengembalikan kejadian-kejadian Dimana aku menjadi makhluk yang dipertahankan Akan cerita bahagia katanya kudapatkan Kebersamaan memang tak berbanding lurus dengan perpisahan Akan ada dimana kita terpinggirkan Antara memafkan dan merelakan Kumengadu pada sang malam Sematkan kenangan Pada doa-doa kebaikan Yang tak henti kuhaturkan ***** Makassar. 07- Februari – 2019 Puisi | Jangan Menutup Mata Ketika Kau Mampu Melihat Jangan menutup mata Ketika kau mampu melihat Sebagian isi dunia Yang penuh nafsu bejat Jangan menutup mata Ketika kau mampu melihat Tarian-tarian aksara Di syair-syair semesta tersemat Jangan menutup mata Ketika kau mampu melihat Lembaran waktu kita Yang sebentar lagi akan lenyap ***** Makassar. 07 - Februari – 2019 ...

Puisi | Menenun Hati

Image
Puisi | Menenun Hati Benang-benang hati Kusut bagai berduri Terkoyak sepi Kutenung setiap hari Dalam rangkai-rangkai puisi Di balik lembar-lembar usang pagi hari Sampai waktu tak mengenal ujungnya Sampai masa tak mengenal akhirnya Sampai semesta berhenti di rotasinya Kuakan sembuhkan lukanya Kuakan semai dukanya Kuakan akhiri sakitnya Semuanya terhadap hati yang lirih pada dunia ***** Makassar. 1 – Januari – 2019 ________ - Simak video di bawah ini jika ingin mendengar pembacaan puisinya. Salam

Puisi | Kumohon Kepada Alam, Sudahilah

Image
Sudahilah bencana ini Kutahu kau ingin memberiku arti Bahwa semuanya kehendak Ilahi Kau ingin memberi isyarat kepada diri ini Bahwa alam adalah tanda kebesaran-Nya yang tak seharusnya kumunafiki Sudahilah bencana ini Kusudah cukup tersedih Kusudah cukup merintih Kusudah cukup memanggul hati Tuhan, kutahu Kau ingin aku diuji Dan kusabar dalam doa-doa dan tasbih-tasbih PadaMu Ilahi Rabbi ***** Makassar. 23 - Desember - 2018

Puisi | Aku Tahu Hujan

Image
Aku tahu hujan Jatuh untuk menenangkan kerinduan Tak bertepi di dalam kerinain Aku tahu hujan Datang membawa butir-butir kebahagiaan Bagi penyuka rintik-rintik di beranda perumahan Aku tahu hujan Tak selalu melakukan kunjungan Tapi bagi wajah-wajah kesendirian Kedatangannya adalah tamu keistimewaan Aku tahu hujan Ia terlukiskan Sebagai anugrah Tuhan Bagi harapan yang sedang menampung kenangan ***** Makassar. 22 - Desember - 2018

Puisi | Ibuku dan Lautan

Image
Ibuku dan lautan Sebuah hati yang sangat dalam Di dalamnya batu karang Ombak-ombak menerjang Namun tetaplah dunia indah bagi ikan-ikan Ibuku dan lautan Sebuah hati yang tak bertepi di pinggir daratan Dihimpitnya pulau-pulau berjejaran Wadah mendung menerawang Namun ujungnya pelangi melayang Ibuku dan lautan Tempat cermin gelap malam Cahaya bulan ditutup kelam Namun sekecil apapun bintang itu ia tetap berkerlip terang ***** Makassar. 22 - Desember - 2018

Puisi | Sebenarnya, Kita Sedang Sendiri

Image
Tak ada yang lekas abadi Jadi untuk apa merisaukan luka dalam hari Segerahlah berbenah diri Sebab kita sedang berjalan pulang sendiri Menuju Ilahi Hati yang bersih Tak pernah merasa sedih Sebab walau banyak hal yang digundahi Diri tersadar bahwa ia hanyalah hamba Ilahi Obsesi duniawi Akan membuat keras hati Tak ada yang dapat mengubahi Selain diri sendiri Sebenarnya kita sedang sendiri Sendiri merawat hati Sampai ketika pulang nanti Tuhan menyambutnya di surga bersama bidadari ******* Makassar. 21 - Desember - 2018