6 Puisi Balada Sahyul Padarie: Seorang Perempuan yang Takut Menangis
Puisi | Seorang Perempuan Yang Takut Menangis Aku tertunggali perasaan Sebagai insan dari cucu istri Adam Yang dicipta dari pelukan Ayah dan Ibuku Diantara isi-isi alam yang keras Yang tak punya nazab sampai ke gunung-gunung tinggi menjulang Ketika aku mampu memanggang roti sendiri Lalu aku memakannya di bawah-bawah pohon berduri Kuulang-ulang gerak-gerak tanganku pada durinya Aku menyukainya sebagiamana ia menyukaiku Saking sukaku padanya Tanganku yang berdarah tak pernah aku rasa 5 tahun telah berlalu setelah aku Aku menjadi Ibu Kurawat anak-anakku Dengan kasih sayang tunggal Karena bapaknya telah lebih dulu pulang Menemui Tuhan Selama hidupku Aku paling takut menangis Karena air mata bagiku Adalah simbol lemah keperempuananku ***** Makassar. 18 – 12 -2018 Puisi | Baru Saja Jadi Sarjana Ibu aku bangga Ayah aku bangga Tetangga-tetanggaku Semuanya bangga Karena aku telah mendapat gelar sarjana Aku pu...